TRAINER HEBAT

TRAINER HEBAT

Senin, 27 Juli 2026

Training Communication Skill for Service Excellence

Outline Program: Communication Skills for Service Excellence
Modul 1: Fondasi Service Excellence & Peran Komunikasi
  • Definisi & Esensi Service Excellence: Memahami apa itu pelayanan prima dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan serta reputasi perusahaan.
  • Misi Komunikasi dalam Pelayanan: Bagaimana komunikasi bertindak sebagai jembatan utama dalam merepresentasikan nilai perusahaan.
  • 4 Unsur Pokok Pelayanan Prima: Membedah aspek Kecepatan, Ketepatan, Keramahan, dan Kenyamanan (4K) dalam berinteraksi.
  • Paradigma Customer-Centric: Mengubah pola pikir dari sekadar "menyelesaikan pekerjaan" menjadi "memberikan solusi dan pengalaman menyenangkan".
Modul 2: Komunikasi Verbal yang Profesional dan Positif
  • Pemilihan Kata (Diction): Menghindari kata-kata negatif atau buntu (misal: "Tidak bisa", "Bukan urusan saya") dan menggantinya dengan kalimat positif yang solutif.
  • Gaya Komunikasi Asertif: Menemukan keseimbangan antara bersikap tegas namun tetap menghormati pelanggan, serta menghindari gaya pasif maupun agresif.
  • Intonasi dan Artikulasi (Voice Quality): Mengatur kecepatan bicara, volume suara, dan kejelasan artikulasi untuk membangun kenyamanan.
  • Etika Komunikasi Digital: Standar berkomunikasi tertulis melalui email, WhatsApp Business, live chat, maupun respons di media sosial.
Modul 3: Kekuatan Komunikasi Non-Verbal
  • Bahasa Tubuh (Body Language): Pentingnya postur tubuh yang tegap namun santun, gerik tangan yang bersahabat, dan menjaga jarak personal yang nyaman.
  • Kontak Mata (Eye Contact): Membangun kepercayaan (trust) dan menunjukkan atensi penuh melalui tatapan mata yang tepat.
  • Ekspresi Wajah & Kekuatan Senyuman: Menerapkan the power of a smile (termasuk senyuman yang tulus yang dapat dirasakan melalui suara telepon).
  • Penampilan Profesional (Professional Grooming): Menyelaraskan kerapian fisik dan pakaian dengan standar citra perusahaan.
Modul 4: Seni Mendengarkan Secara Aktif (Active Listening)
  • Mendengarkan vs. Mendengar: Memahami perbedaan antara sekadar mendengar suara dengan mendengarkan untuk memahami maksud pelanggan (listening to understand, not just to reply).
  • Teknik Empati: Validasi perasaan pelanggan menggunakan kalimat empati guna menurunkan ketegangan emosional.
  • Teknik Klarifikasi (Paraphrasing & Questioning):
    • Cara mengulang kembali poin pelanggan untuk memastikan tidak ada salah komunikasi.
    • Penggunaan pertanyaan terbuka (open-ended) untuk menggali kebutuhan dan pertanyaan tertutup (close-ended) untuk konfirmasi.
Modul 5: Manajemen Emosi & Penanganan Keluhan (Handling Complaints)
  • Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Pelayanan: Teknik mengelola emosi pribadi agar tetap positif dan tidak mudah terbawa arus provokasi pelanggan yang marah.
  • Anatomi Komplain: Memahami alasan psikologis di balik kemarahan pelanggan.
  • Metode Penanganan Komplain (Contoh: Metode LAST):
    • Listen: Beri ruang pelanggan untuk menyampaikan keluhannya tanpa disela.
    • Apologize: Sampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan, bukan mencari alasan.
    • Solve: Berikan solusi konkret atau opsi tindakan nyata yang bisa diambil.
    • Thank: Berterima kasih atas masukan yang diberikan demi perbaikan layanan perusahaan.
Modul 6: Studi Kasus, Simulasi (Roleplay), dan Evaluasi
  • Bedah Kasus Nyata: Menganalisis skenario pelayanan (sukses vs. gagal) dari rekaman atau cerita lapangan.
  • Sesi Roleplay Interaktif: Simulasi langsung menghadapi berbagai tipe pelanggan (pelanggan yang tidak sabar, cerewet, ragu-ragu, hingga yang kasar).
  • Umpan Balik (Feedback Session): Evaluasi performa komunikasi berdasarkan parameter Service Excellence.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar