TRAINER HEBAT

TRAINER HEBAT

Kamis, 30 Agustus 2012

6 GAYA KEPEMIMPINAN

1. The visionary leader

Pemimpin dengan gaya ini bergerak dengan mengajak orang lain untuk mencapai visi, pemimpin akan menunjukkan arah kemana harus pergi. Visi yang diberikan akan membuat para pengikutnya termotivasi untuk mencapai visi yang diberikan. Pemimpin visioner akan berdiri di depan dan mengajak orang lain untuk berkontribusi dalam pencapaian visi. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan pada organisasi yang sedang berubah atau berkembang.

Jumat, 10 Agustus 2012

Hubungkan kekurangan nilai shalat Anda dengan Karakter


  • Sholat terburu-buru, mengakibatkan ceroboh dan kurang konsentrasi,
  • Sujud tidak khusyu,’ mengakibatkan sombong,
  • Salam tidak sungguh-sungguh, mengakibatkan tidak peduli,
  • Tidak berjamaah mengakibatkan egois
  • Sholat terlambat, mengakibatkan kurang disiplin dan tidak menghargai waktu

Kamis, 09 Agustus 2012

Culture Matter

Culture Matter merupakan alat untuk memunculkan karakter asli seseorang untk menggapai sukses.

RUMUS SUKSES TANPA BATAS

287+8"

2 : Vision & Mision
8 : Action
7 : Evaluation
8 : Commitment

Shalat Khusus'

Khusyuk dalam shalat pada dasarnya adalah spiritual situation, suatu keadaan secara ruhani, tetapi yang ditopang oleh jasmani dan nafsani. Ketiga aspek tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar saling menopang untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi. Memang khusyuk merupakan aspek ruhani, tetapi sebelum itu harus dikembangkan melalui proses yang menyangkut jasmani dan nafsani. Itulah sebabnya kenapa shalat harus dijalankan dengan thuma’nînah (tenang, tidak tergesa-gesa). Makanya rukuk, umpamanya, harus dengan betul dan sempurna sehingga dapat memberi dukungan kepada kondisi nafsani. Tenang di dalam rukuk, seolah merupakan kesiapan bagi nafsani untuk meningkat, dan kemudian dapat diteruskan kepada peningkatan ruhani. Inilah makna thuma’nînah.

Selasa, 31 Juli 2012

Panduan ABG Muslim


  1. Bicara dengan benar dan baik
    Seorang muslim harus berbicara dengan akal sehat, harus bicara dengan benar dan bijaksana. Banyak berdzikir dan berdoa lebih diutamakan daripada membicarakan keburukan orang lain. Alloh berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan ucapkanlah perkataan yang benar, semoga Alloh memperbaiki amal perbuatan kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu. Barangsiapa yang menaati Alloh dan Rosul-Nya berarti ia mendapatkan kemenangan yang besar.” (Al-Ahzaab: 70-71)

  2. Pandai menggunakan waktu
    Seorang muslim pantang membuang waktu untuk bermain dan melakukan hal yang tak berguna. Seorang muslim lebih baik menggunakan waktunya untuk beribadah, membaca Al-Qur’an dan mengaji daripada nongkrong, nonton film atau begadang. Alloh berfirman yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-5)

  3. Jangan banyak melamun dan berkhayal
    Muslim yang kuat adalah selalu ingat akhirat dan bekerja keras. Sebaliknya, muslim yang lemah adalah yang hanyut karena nafsu dan suka berkhayal. Rosululloh saw bersabda yang artinya: “Orang yang kuat adalah yang menundukkan nafsunya dan ingat kepada akhirat. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan banyak berkhayal.” (HR Bukhori)
  4. Memilih teman bergaul yang baik
    Seorang muslim hendaknya memilih teman yang baik akhlaknya, berbudi luhur, taat pada ajaran Islam, meskipun dari keluarga miskin dan bukan atas dasar kekayaan. Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya: “Perumpamaan teman baik itu ibarat tukang minyak wangi. Kita bisa membeli dagangannya. Kalau tidak, paling sedikit kita mendapat wanginya. Perumpamaan teman jelek itu seperti pandai besi. Pakaian kita bisa terbakar, bisa terganggu, paling tidak terkena baunya.” (HR Bukhori)

  5. Menuntut ilmu sebagai ibadah
    Dalam menuntut ilmu hendaknya jangan bertujuan untuk mencari uang atau kedudukan atau agar kelak di kemudian hari menjadi orang kaya dan terkenal seperti mendapatkan pujian orang karena memilliki berbagai titel. Pencari ilmu hendaknya menjadikan tujuan menuntut ilmu sebagai ibadah. Rosululloh saw bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang baik hanya untuk mendapatkan dunia, ia tidak akan mencium baunya surga.” (HR Ahmad)

  6. Banyak membaca buku ilmu agama
    Seorang muslim hendaknya memilih bacaan yang baik dan bermanfaat. Jangan terlalu banya berkhayal dengan membaca komik, novel percintaan yang tidak bermutu karena akan menyebabkan otak kita akan penuh dengan angan-angan karena dijejali cerita bohongan dan maksiat. Bacalah buku-buku Islam yang bermutu, majalah-majalah Islam, dan biasakan juga membaca hadits-hadits Nabi Muhammad saw dari semenjak muda. Pandai dalam ilmu agama berarti merintis jalan terbaik menuju surga. Rosululloh saw bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang Alloh inginkan kebaikan baginya, akan Alloh jadikan dirinya ahli dalam soal agama” (HR Bukhori dan Muslim) 

    @akhirudin_165

Senin, 30 Juli 2012

Parenting


Jika anak dipeluk, maka otak akan menghasilkan hormon Oksitoksin, yaitu hormon yang menimbulkan efek tenang. Oksitoksin juga mampu menekan hormon kortisol, yaitu hormon yang menimbulkan stress dan rasa marah.

Jika anak dipeluk, di sel otak akan dihasilkan Dophamine, yaitu neoro transmitter yang menimbulkan rasa bahagia

Sumber: Buku “Essential Touch: Meeting the Needs of Young Children”
oleh Frances M. Carlson, 2006.

   Sesungguhnya bahan-bahan untuk membentuk kalian (sel sperma dan satu telur) disatukan dalam perut-perut ibu kalian dalam waktu 40 hari, kemudian Allah menjadikannya segumpal darah dalam waktu 40 hari, setelah itu segumpal darah tadi dibentuk menjadi segumpal daging dan memakan waktu selama 40 hari juga. Selanjutnya Allah mengutus Malaikat yang akan menentukan 4 hal, yakni: mengenai rezekinya, kematiannya, bagaimana kehidupannya kelak,                    dan apakah dia termasuk golongan orang-orang yang bahagia ataukah termasuk orang yang sulit, setelah itu ditiupkanlah kepada janin tersebut ruh”.
Hadits Riwayat Bukhari